oleh: admin pada: 20/07/2026 15:58

Bertugas Sebagai Pembimbing Akademik Kelas X-H & Sebagai Koordinator Kokurikuler Dalam Kegiatan Penggiringan Murid Shalat Dhuha & Khatmil Qur'an

Pembinaan karakter murid tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan formal di dalam kelas. Di MAN Sumenep, sebagai pembimbing akademik kelas X-H sekaligus koordinator kokurikuler, saya turut bertanggung jawab dalam mendampingi dan menggiring murid dalam kegiatan keagamaan rutin, yaitu shalat dhuha berjamaah dan khatmil qur'an.

Shalat Dhuha Sebagai Pembiasaan Spiritual

Shalat dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang secara konsisten dilaksanakan oleh murid MAN Sumenep sebagai bagian dari program pembiasaan spiritual harian. Sebagai koordinator kokurikuler, tugas saya meliputi penggiringan murid kelas X-H menuju mushalla, memastikan kehadiran secara tertib, serta mengawasi kekhusyukan pelaksanaan ibadah dari awal hingga selesai.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana penanaman nilai kedisiplinan waktu dan kesadaran spiritual sejak dini. Murid diajarkan untuk memprioritaskan ibadah di sela-sela aktivitas akademik yang padat, sehingga tercipta keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

Khatmil Qur'an Sebagai Penguat Kebiasaan Membaca Al-Qur'an

Selain shalat dhuha, kegiatan khatmil qur'an juga menjadi program unggulan yang saya koordinasikan bersama murid kelas X-H. Kegiatan ini mengajak murid untuk membaca Al-Qur'an secara bergiliran hingga mencapai khatam, sehingga tumbuh kebiasaan membaca Al-Qur'an secara rutin dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan langsung, saya dapat memantau perkembangan bacaan murid, memberikan koreksi bila diperlukan, serta memotivasi murid yang masih kurang percaya diri dalam membaca Al-Qur'an di depan teman-temannya.

Sinergi dengan Program Pembinaan Karakter Lainnya

Kegiatan penggiringan shalat dhuha dan khatmil qur'an ini merupakan satu rangkaian dengan program pembinaan karakter murid kelas X-H secara menyeluruh. Nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang ditanamkan melalui kegiatan keagamaan ini kelak akan tampak pula dalam kegiatan kokurikuler lain, termasuk kedisiplinan murid saat mengikuti upacara bendera maupun kegiatan organisasi kelas.

Bagi pembaca yang ingin memahami secara lebih menyeluruh bagaimana kegiatan spiritual ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan murid kelas X-H, dapat menyimak kembali artikel Bertugas Sebagai Pembimbing Akademik Kelas X-H & Sebagai Koordinator Kokurikuler Dalam Kegiatan Penggiringan Murid Shalat Dhuha & Khatmil Qur'an sebagai referensi utama program ini.

Manfaat Bagi Perkembangan Murid

Konsistensi dalam mendampingi kegiatan shalat dhuha dan khatmil qur'an memberikan dampak positif bagi murid, di antaranya tumbuhnya kesadaran beribadah tanpa paksaan, meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur'an, serta terbentuknya karakter disiplin yang terbawa hingga ke kegiatan akademik dan kokurikuler lainnya.

Kesimpulan

Peran pembimbing akademik dan koordinator kokurikuler tidak hanya berhenti pada aspek akademik semata, tetapi juga mencakup pembinaan spiritual murid secara menyeluruh. Kegiatan penggiringan shalat dhuha dan khatmil qur'an di MAN Sumenep menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter yang utuh harus dibangun melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan.


FAQ Seputar Kegiatan Ini

Apa tujuan kegiatan shalat dhuha bagi murid kelas X-H? Untuk membiasakan murid melaksanakan ibadah sunnah secara konsisten sebagai bentuk pembinaan spiritual harian.

Apa manfaat kegiatan khatmil qur'an di MAN Sumenep? Meningkatkan kemampuan dan kebiasaan membaca Al-Qur'an murid secara rutin hingga mencapai khatam.

Siapa yang bertanggung jawab dalam kegiatan ini? Pembimbing akademik sekaligus koordinator kokurikuler kelas X-H, yang bertugas mendampingi dan menggiring murid selama kegiatan berlangsung.

Bertugas Sebagai Pembimbing Akademik Kelas X-H & Sebagai Koordinator Kokurikuler Dalam Kegiatan Penggiringan Murid Shalat Dhuha & Khatmil Qur